
Terdapat 6 metodologi Paradigma Nusantara yang dibahas dalam buku ini. Metodologi Paradigma Nusantara yang dibahas di buku ini adalah (1) metodologi Gayatri ditulis oleh Luthfillah. Metodologi Gayatri pada tulisan ini menjelaskan bagaimana rekonstruksi peradaban dilakukan melalui kuasa akuntansi. Selanjutnya Sokarina, mencoba menyampaikan (2) metodologi Islamic Political Economy of Tjo-kroaminoto sebagai pemantik kesadaran religiositas dan kebudayaan, yang berangkat dari adanya penolakan dunia metafisik pada epistemologi Political Economy of Accounting (PEA). (3) Metodologi Wulang-Reh Pakubuwana IV disajikan oleh Suhendri. Suhendri memberi contoh bagaimana orang Jawa mengakui dan meyakini bahwa setiap tindakan dan juga perilaku hidup akan ada balasan yang setimpal. Wulang-Reh sendiri ialah kumpulan syair-syair tembang Jawa sebagai perwujudan dari cara pandang orang Jawa yang didasarkan pada nilai dalam Al Quran dan Hadis dalam rangka menjaga keseimbangan hidup. Ekasari membahas (4) metodologi yang menggunakan basis pemikiran Ki Hadjar Dewantara. (5) Metodologi Gurindam yang ditulis oleh Briando yaitu yang berbasis pada syair-syair nasehat dari Raja Ali Haji, mampu digunakan untuk melakukan rekonstruksi etika akuntan sektor publik berdasar kaidah Paradigma Nusantara. Terakhir (6) Metodologi Pancasila Yudi Latif disajikan oleh I Nyoman Darmayasa.
Page Count:
174
Publication Date:
2022-03-21
No comments yet. Be the first to share your thoughts!