
Setelah melakukan banyak kekonyolan, akhirnya Zee mampu menarik perhatian lelaki yang berusia delapan tahun di atasnya. "Anti sakit Ukhty?" Fatih berbicara seolah tidak orang asing yang tidak mengenal gadis di hadapannya. "Iya, Akhy. Sayang sekali. Suami ana tidak peduli. Sampai-sampai datang pun tidak menghampiri istrinya, padahal sudah berbulan-bulan kami tidak bertemu. Ck. Nasibku sungguh malang." Zee berdiri sambil memilin ujung khimarnya dengan ekspresi memelas. "Subhanallah, kasihan sekali. Kalau gitu biar ana yang bantu." Fatih meraih tangan Zee lalu membawanya ke balkon. Dahi Zee mengerut saat Fatih membawanya melewati lorong menuju balkon. "Ana sakit.... Kenapa kita menaiki tangga?" "Sudah jangan protes. Ana tau obatnya ada di atas sana." "Apa?!" Dada Zee kembali bergemuruh membayangkan banyak hal akan terjadi di atas sana, dipandangi wajah Fatih, akhirnya rindu itu terobati. "Luar biasa, balkon ini sudah seperti rumah kita." === Bagaimana kisah selengkapnya? Baca di novel seru ini. Novel Remaja Novel Pernikahan Novel Islami Novel Santri Novel Anak Pesantren "Huum. Ini rumah ana sejak masih perjaka, Zee." Senyum pria itu terus membuat dadanya berdesir.
Page Count:
506
Publication Date:
1900-01-01
Publisher:
Rumah Imaji
ISBN-10:
6237017682
ISBN-13:
9786237017684
No comments yet. Be the first to share your thoughts!