
Naskah buku ini berasal dari tesis penulis dengan judul “Rumah Tahfidz Yogyakarta: Sejarah, Perkembangan, dan Kurikulum dalam Mengkader Penghafal Al-Qur’an“. Tesis tersebut disusun untuk memenuhi tugas akhir dan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister S2 di Universitas Muhammadiyah Jakarta Fakultas Pendidikan Agama Islam pada tahun 2019. Mengapa kami memilih Yogyakarta? Yogyakarta adalah kota multi-faiths. Di luar enam agama resmi yang diakui pemerintah (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu), Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 79 kepercayaan. Sebagian besar di antaranya merupakan anutan dari paham Kejawen (www.merahputih.com). Ragam kepercayaan itu berada di Kabupaten Sleman sebanyak 25 macam. Selanjutnya, Kota Yogyakarta dan Kulonprogo masing-masing 17 macam. Berikutnya Kabupaten Bantul sebanyak 15 macam. Kemudian sisanya di Kabupaten Gunung Kidul. Pengikutnya ada yang cuma belasan ada yang sampai ribuan. Begitupun, Yogyakarta dinobatkan sebagai ‘’Kota Paling Islami’’. Maarif Institute meneliti 29 kota di Indonesia untuk menyusun peringkat kota paling Islami. Penelitian pada 2014 menyebutkan, Kota Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar sebagai kota yang paling Islami. Predikat sebagai Kota Paling Islami tentu tidak lepas dari budaya membaca dan menghafal Al-Qur’an warga Yogyakarta. Salah satu agen pembudayaan Qur’an itu adalah Rumah Tahfidz.
Page Count:
174
Publication Date:
2020-06-01
Publisher:
Daqu Bisnis Nusantara
ISBN-10:
602504872X
ISBN-13:
9786025048722
No comments yet. Be the first to share your thoughts!